Sabtu, 09 Januari 2010

Sabtu, 09 Januari 2010
SAYA PINDAH KE TUMBLR YAAAA TEMAN-TEMAN :)

check out mine . see ya!

Rabu, 01 Juli 2009

sehat itu mahal

Rabu, 01 Juli 2009
baru sembuh! whoaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

pengalaman pertama dirawat di rumah sakit. ga enak banget ya ternyata. bosen. dikit2 ditensi, diukur suhu, diambil darah. sebenernya gatau ini juga sakit apaan. pas pertama pertama dibilang tipes. tapi lama lama jadi demam berdarah. ah aneh (gatau apa guenya yang aneh ya)

yang penting sekarang udah pulang! tapi orang orang pada liburan ini malah lemes ga berdaya. ah! SAYA INGIN LIBURAN.

Rabu, 17 Juni 2009

FUN DAYS WITH SPEEDY (mabock version)

Rabu, 17 Juni 2009
samelekum!

Maydariana Ayuningtyas bersama Muhammad Dirga Deka Syahputra dan Muhammad Rahmat Derajat Gunawan siap melaporkan acara FUN DAYS WITH SPEEDY : Twenty's 23NSATION langsung (ga langsung juga sih) dari SMAN 20 Bandung, sekolah kami yang dari luar terlihat begitu besar tapi imut imut gemesyin di dalam.

oke, gini ceritanya.

setelah ulangan kenaikan kelas yang begitu dahsyat spektakuler dan meluluhlantakkan segenap jiwa dan raga para pelajar, SMA CAKRA DUA alias dua puluh alias twenty bekerjasama dengan Telkom Sepidi untuk ngadain semacem acara porak gitu. seperti udah disebutin sebelumnya, acaranya tuh namanya FUN DAYS WITH SPEEDY : Twenty's 23NSATION. ternyata eh ternyata, itu acara tuh berkaitan dengan perayaan ulangtaun esema kami tercintah yang ke-23. jadiiii jadi jadi jangan pada bingung kalo misalkan ntu acara dinamain ada dua tiga dua tiga-nya, padahal yang punya hajat sma 20.

hari pertama (16jun09)
pembukaan acara, dilanjutin dengan lomba Counter Strike

hari kedua (17jun09)
ada pemberitahuan untuk lomba fotografi, presentasi, dan yang paling menggemparkan adalah lomba blog! huahahahahaha (ketawa setan). sebenernya, di sekolah para peserta ikutan semacem training tentang blog gitu (oleh Kang Afwan), karena kompetisi yang sesungguhnya dimulai di rumah masing-masing! wahahaha.

kenapa lomba blog paling menggemparkan? karena kami disini turut berpartisisapi. ceritanya, 3 orang mabok ini sekelas (sebelas ipa dua--wuidih bangga), dan pada hari-H mereka sama sekali ga tau menau tentang keikutsertaannya. mereka itu dibujuk dengan rayuan rayuan dan dusta dusta durjana demi mengikuti lomba ini oleh seorang panitia yang tiada lain tiada bukan adalah Bu OSIS yang berinisial LM. dia terus membujuk dan akhirnyaaaaaaaaaaaaaaa, BERHASIL. ikut ajah cenah ya.

daftar. oke. nama tim? banyak opsi : bola? menggelinding? 101? (wah nampaknya terjadi diskriminasi). akhirnya sepakatlah dengan nama 3M. pencegahan demam berdarah? oh bukan dong. untuk kepanjangannya, silakan artikan sendiri. bebas. tapi mungkin lebih pas karena emang nama kami ber-3 diawali dengan huruf M (berurutan sesuai absen loh ternyata--tanpa unsur kesengajaan), dan itu berarti kami semua memang benar-benar mabok.


selesai training, kami (lagi-lagi sebelas ipa dua) langsung caw ke lapangan untuk acara selanjutnyah yaitu futsal. XI IPA 2 kebagian pertandingan kedua, jam 12an, untuk melawan rival di atasnya (maksudnya, ruangan kelasnya di atas ruang kelas ipa dua-red) yaitu XI IPA 4. ternyata kami kalah sodara sodara. walaupun kami kalah tapi kami senang. namanya juga fun day(s). hahahaha

hari ketiga (18jun09)
rencananya akan diisi dengan lomba presentasi, penutupan lomba fotografi dan lomba blog. jadi, lomba blog ituh akan ditutup jam 12 teng.

hari keempat (19jun09)
yang pasti sih (kata panitia) akan ada final lomba counter strike, final futsal, dan acara penutupan.


baiklah.
sekian laporan dari kami. mohon maaf apabila ada kesalahan dan kemabokan.

haturtengkyu.

Jumat, 01 Mei 2009

cerita di balik cerita -- PART 2

Jumat, 01 Mei 2009
C L E M E N T I N E

BABAK 1
Angin berhembus membelai kota Paris sore itu. Seorang ibu berjalan menyusuri jalanan lengang tepat di depan sungai Seine. Sambil menggendong anak kecil yang tertidur pulas di pundaknya yang dibanjiri peluh. Pikirannya melayang entah ke mana. Kakinya terus membawa badannya dengan tertatih-tatih. Matanya menatap lurus ke depan. Tatapannya kosong. Ia hanya berharap akankah ada secercah kebahagiaan yang akan ia temukan di akhir jalan panjang yang ia tempuh…….

[terjatuh, anaknya pun menangis]

Malam harinya……

[Seorang bapak berjalan menuju ke mobilnya, dan ia menemukan ibu yang tergeletak itu. Anaknya duduk di sampingnya sambil menangis. Namun, bapak tersebut tidak menghiraukannya, dan terus berjalan. Sampai akhirnya, anak itu merengek memohon bantuan darinya. Ia pun berbalik arah dan menghampiri mereka.]

Tn. Arthagrandes (Ar) : “Apa yang terjadi dengan ibumu, nak?”
Clementine (C) : (terus menangis, menatap ibunya)
Ar : “Ayo, kita bawa ibumu ke rumah sakit!”

o0o

BABAK 2

15 tahun kemudian, anak itu tumbuh menjadi gadis remaja yang ceria. Ia bernama Clementine Avogadro.

C : “Kak, cepetan dong, Papa udah nunggu nih!”
Aurora (Au) : “ Iya, sebentar!”
[pintu kamar dibuka]
Au : “Girl, it’s show time!” (mulai menari bersama Clei)
[Tn. Arthagrandes menghampiri mereka, dari samping]
Ar : (batuk) “Ehm, ayo kita sarapan!”
C & Au: “Oke Papa!”

[Di meja makan . .]
C : “Papa, makasih ya Tje Fuk-nya! Aku sudah pakai tuh.”
Ar : “Tentu saja, nak. Terima kasih kembali.”
C : “O my god, buku aku tertinggal! Pa, aku ambil ke atas dulu ya.”
Ar : “Iya, iya. Tapi cepat, sebentar lagi kita akan berangkat.”
Au : (tiba-tiba meletakkan pisau dan garpunya) “Pa, aku mau Tje Fuk seperti punya Clei!”
Ar : “Kenapa?”
Au : “Karena wanita ingin dimengerti.”
Ar : “Kamu ini ngawur saja, buat apa kamu beli yang seperti itu, lebih baik kamu tabung saja uangnya.”
Au : “Kenapa Clei boleh, sedangkan aku? Mau beli segitu aja kok nggak boleh? Papa pilih kasih! Padahal Clei kan cuma anak angkat!!”
Ar : (menampar Aurora)

C : (baru turun, langsung menjatuhkan bukunya)
Ar : “Clei, se..sejak kapan kamu di situ?”
C : (tanpa berkata-kata, langsung menangis dan lari)
Ar : “Clei, tunggu!” (terjatuh, lalu bangkit lagi)
Au : “Clei . .!”
C : (terpeleset) “Aduh!” (bangun, lalu lari lagi)


o0o

BABAK 3

Clei berlari..dan terus berlari.. Berlari,, berlari,, terus,, dan terus berlari.. Berlari lagi… (Ehm..ehm, mas minta minum dong? Kerongkongan kering nih.) [diam sejenak] Oke, kita lanjutkan lagi! Hingga akhirnya …..

Ebi Furai (F) : (duduk di bangku taman, sambil mendengarkan musik)
C : (menghela napas, lalu duduk di bangku yang sama)
F : (memberi botol air mineral pada Clei tanpa melihat wajahnya )
C : (mengambil botolnya, sambil melirik Ebi Furai)
[hening sesaat ….]
F : (bersandar pada bangku, lalu memejamkan mata)
C : “Hmmm, makasih ya!”
F : (pergi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun)
C : “Tunggu! Aku bahkan belum tahu nama kamu!”
F : (bingung) “Nani mite no?”

[iklan : “Bingung nikmatin film kamu?” (memencet tombol remote)]
[REWIND]

C : “Tunggu! Aku bahkan belum tahu nama kamu!”
F : “Kamu nggak perlu tahu nama aku!”
C : “Kenapa?”
F : “Karena kamu terlalu baik untuk aku!”
C : (diam, lalu jongkok dan menangis)
F : (berbalik, berjalan mendekati Clei dan membantunya bangkit)
C & F : (duduk lagi berdua)
F : “Sebenarnya, kamu siapa?”
C : “Aku Clementine. Kamu?”
F : “Watashi no namae wa Ebi Furai tomoshimasu.”

C : “Oh, Ebi Furai. Aku juga bisa sih bahasa Jepang, walaupun cuma sedikit.”
F : (tersenyum) “Ada perlu apa ke sini?”
C : “Aku…aku ke sini untuk mencari keluargaku.”
F : “Keluarga? Memangnya mereka semua di mana?”
C : “Justru itu, aku nggak tahu!”
F : “Sebenarnya, apa yang terjadi?”
C : “Baru-baru ini,” (mulai menangis) “aku tahu bahwa aku ini hanyalah anak angkat...”
F : (menatap dengan penuh rasa prihatin)
C : “Ternyata, orangtua yang selama ini mengasuhku bukan orangtua kandungku! Sejak itu, aku kabur dari rumah.”
F : “Rumahmu di mana?”
C : “Di…. Paris.”
F : “APA??!! PARIS??!! Wow! Lalu bagaimana kamu bisa sampai di sini?”
C : “Aku lari dari rumah, dan terus berlari, hingga akhirnya aku sampai di bandara. Oleh petugas bandara, aku dikira penumpang yang akan naik pesawat…”
F : “Lalu?”
C : “Akhirnya aku ada di pesawat tujuan Tokyo. Setelah sampai di bandara, aku pun langsung panik dan terus berlari, dan akhirnya aku bertemu kamu…”
F : (menatap dengan takjub dan kagum; bengong)
C : (menyadarkan Ebi Furai) “Hello? Kok bengong?”
F : “Oh, eh, maaf. Tadi sampai mana?”
C : “Sampai situlah. Aku juga lupa tuh.”
F : “Terus, kamu mau nyari keluarga kandung kamu?”
C : “Mungkin.”
F : “Tapi di mana? Kan kamu nggak tahu mereka ada di mana. Atau mungkin….”
C : “Mungkin apa?”
F : “Mmm, atau mungkin mereka udah ninggalin kamu di dunia ini.”
C : (mulai menangis) “Kamu jahat!!”
F : “Bukannya jahat, tapi bisa jadi kan? Sekarang aja kamu nggak tahu keadaan mereka gimana…”
C : “Kamu mau bantuin aku kan, mencari mereka?”
F : (berpikir sejenak) “Tapi kamu pasti capek kan? Lebih baik kamu istirahat dulu di rumahku.”
C : “Nggak ngerepotin?”
F : “Nggak lah. Tenang aja.”
C : “Makasih banyak ya!”

Mereka pun berjalan beriringan menuju rumah Ebi Furai. Ah, masih ada hari esok untuk mencari keluargaku, pikir Clementine. Ia pun memutuskan untuk beristirahat di rumah orang yang baru dikenalnya itu.

o0o

BABAK 4

Di rumah keluarga udang, ups, keluarga Ebi maksudku…..

Ebi Katsu (K) : (masak sambil bernyanyi) “Mawar merah, penuh gairah, seiring cemburu…..”
F : “Tadaima! Ibu, aku pulang!”
K : (menghampiri Ebi Furai) “Dari mana saja kamu? Jam segini baru pulang!” (menatap Clei curiga)
F & C : (tersenyum)
F : “Mmm… Eh, bu, kenalkan, ini Clementine. Dia dari Paris.”
K : “Paris?”
F : “Begini bu. Dia mau mencari keluarga kandungnya, karena selama ini ternyata dia diasuh oleh orangtua angkat.”
K : “Lalu, kenapa harus mencari jauh-jauh ke Jepang?”
F : “Ceritanya panjang bu. Sudahlah, sekarang biarkan ia beristirahat dulu. Kasihan dia, pasti capek.”
K : “Oke. Tunggu sebentar ya, ibu siapkan makan malam.”

{Tapi, sebelum kembali ke dapur, Ebi Katsu menelepon Ebi Soozu (S) dulu}
K : “Aduh, teleponnya mana sih? Nah, ini dia. ” (memencet tombol)
S : “Halo?”
K : “Halo, Ayah? Cepat pulang, sekarang juga!”
S : “Memangnya ada apa bu? Kok panik begitu?”
K : “Furai. Sudah pulang terlambat, malah bawa gadis Perancis lagi ke sini.”
S : “APA??!! O my god. Baiklah, aku pulang sekarang.”
K : “Baiklah, sudah ya.”
{klik; telepon terputus}

[Ebi Katsu kembali ke dapur, masak lagi]

S : “Aku pulang!”
K : “Wah, ayah sudah pulang…”
S : “Mana Furai??!!! Dasar anak tak tahu diuntung!!” (mulai marah)
K : “Sabar Yah… Dia sedang mandi.”
S : “Furai…… Furai!!!!” (mencari-cari sambil memanggil)

[Ebi Furai keluar dari kamar mandi]
S : “Kamu!!!! Kamu, yang sudah menanam benih, sekarang malah kau bawa kesini!!”
K : “Sabar Yah…. Dengar dulu penjelasannya.”
F : “Ayah ngomong apa sih? Benih? Kita kan bukan keluarga petani.”
S : “CUKUP FURAI!!! BELUM PUAS KAMU MENGHANCURKAN KELUARGA KITA, HAH?!!!!”
K : “Tunggu dulu Yah, dengar dulu penjelasannya.”
S : “Penjelasan apa lagi bu? Ini semua sudah jelas!”
[Clei membuka pintu, dan langsung terbelalak]
F : “Baiklah, kalau itu memang cucu Ayah, lalu kenapa Yah??!! Apa bedanya?! Itu kan darah daging ayah juga!
K : “Benar Yah. Kita kan bisa merawatnya bersama-sama.”
S : “Mmmh, jangan bercanda bu! Mana mungkin kita bisa merawat anak haram seperti itu?!”
F : “Anak haram? Maksud Ayah? Lihat tanda ini!” (membuka bajunya)
[Clei buru-buru menutup pintu]

S & K : “ APA??!!”
S : (memegang dadanya, sambil mau jatuh ke lantai)
K : “Ayah…. Ayah……. Sadar Ayah!!!!!”
[Clei membuka pintunya lagi]

C : (menghampiri Ebi Soozu) “Om… Om…..!!!!” (panik)
K : “Dasar wanita picik! Ini semua gara-gara kau!”
F : “Iya, dasar kau picik, licik, dan bersisik!”
K : “PERGI KAU!! JANGAN PERNAH MENGINJAKKAN KAKI DI RUMAH INI LAGI!!!!”
S : (membuka matanya) “Gimana akting Ayah? Bagus kan?”
C : (bingung; kaget; semua campur aduk)
F : “Tentu saja. Ibu juga bagus tuh.”
K : “Kau juga, anakku. Berarti kita berpotensi untuk dapat Piala Citra.”
F : “Piala Citra? Apa itu, bu? Di Jepang tidak ada yang seperti itu.” (semuanya tertawa, kecuali Clei yang masih kebingungan)

[bel berbunyi]

S : (bangkit, sambil merapikan kemejanya) “Ya, tunggu sebentar. Ibu, tolong bukakan pintunya.”
K : “Haii!” (langsung menuju pintu)
S : “Wah, anak Ayah sudah dewasa ya….. Kemampuan aktingmu sudah bertambah baik.”
Di pintu…….
Magdalaine (M) : “Sumimasen… Saya tetangga sebelah Anda yang baru.” (sambil membawa kue)
K : “Oh.. Salam kenal. Dozo yoroshiku onegaishimasu. Kami keluarga Ebi. Oh iya, namaku Ebi Katsu. Jika butuh bantuan, datang saja ke sini.
M : “Perkenalkan, saya Magdalaine. Terimalah ini sebagai tanda perkenalan.”
K : “Domo arigato gozaimasu. Mari masuk!”
S : “Siapa yang datang bu?”
K & M : (menuju ruang tamu, bertemu Ebi Furai, Ebi Soozu, dan Clei)
M : (menatap Clei, menjatuhkan tasnya)
K : “Kenapa bu?” (menyadarkan Magdalaine)
M : “Kamu…. Saya seperti mengenalmu….. Bahkan sangat dekat….. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”
[hening….]
F : “Maksud ibu, saya?”
M : “Bukan, tapi gadis di sebelahmu.”
C : (heran)
M : “Ah, sudah lupakan saja. Perkenalkan, saya Magdalaine, tetangga baru kalian.”
Semua : “Salam kenal…..”

o0o

BABAK 5

Pikiran Clei masih berkecamuk. Entah apa maksud perkataan Magdalaine malam itu.

S : “Ayah berangkat dulu ya!”
F : “Pergi dulu Yah, Bu!”
C : “Hati-hati ya!”
K : “Mmm, Clei, mau ikut tante belanja ke pasar?”
C : “Nggak deh, tan. Clei mau istirahat aja di rumah. Sambil nunggu Furai….” (tersipu)
K : “Hmm, dasar anak muda. Ya sudah, tante pergi dulu ya!” (berjalan pergi sambil bernyanyi)

M : (keluar rumahnya, sambil membawa jemuran) “Pagi, Clei.”
C : “Pagi, tante…”
M : “Ehm.. Clei, tante boleh bertanya?”
C : “Tanya? Siapa itu tan? Aku nggak kenal.”
M : “Maksud Tante, Tante ingin menanyakan sesuatu padamu.”
C : “Ooh… Silakan, tan! Anytime.”
M : “Apa kau berasal dari Paris?”
C : (bengong) “Da…darimana tante tahu?”
M : “Jadi benar? Kalau begitu, di mana orangtuamu?”
C : “Tante, jika ini hanya basa basi, lebih baik tante hentikan.”
M : “Oh, maaf. Maafkan Tante, Clei! Dulu, tante pernah punya anak di Paris.”
C : “Hah? Maksud tante?”
M : “Dulu tante tinggal di Paris. Keluarga tante sangatlah miskin. Pada umur 22 tahun, tante menikah dengan seorang pecandu narkoba, dan memiliki seorang anak gadis, cantik sekali.”
C : (menatap Magdalaine penuh kasih)
M : “Kalau sekarang dia masih hidup, mungkin dia seumuran kamu. Tapi, suatu ketika, Tante tidak menyadari bahwa dia hilang saat kecelakaan itu…. Aduh, tante jadi menangis nih. Maaf ya Clei.”
C : (matanya berkaca-kaca, dan langsung tersadar) “Oh. Kalau begitu, Clei permisi dulu ya tante.”

o0o

BABAK 6

Percaya atau tidak, di situlah kebahagiaan Clei ditemukan. Dalam sinar rembulan dan terik matahari Clei berjalan menuju puncak bersama Keluarga Ebi, disaat serigala mengaum bak sonata kehidupan yang acap kali menimbulkan luka yang tak dapat disembuhkan. Memang, ini adalah cobaan yang berat bagi Clei yang masih berjiwa labil.

C : (mondar-mandir, sambil memegang telepon genggamnya)
F : “Kamu kenapa Clei?”
C : “Telepon…. nggak…. telepon…. nggak…..”
F : “Pasti kamu kepikiran keluarga angkatmu kan? Sudah, hubungi saja mereka.”
C : “Tapi, aku takut.”
F : “Mereka pasti mengkhawatirkanmu. Ayolah, jangan takut.”
C : (memencet tombol, mencoba menelepon rumah Tn. Arthagrandes)

Au : “Halo?”
C : “Ka….kak Aurora? Ini Clei, kak.”
Au : “Clei….. Ini benar kamu, Clei?? Clei, di mana kamu?” (mulai sesenggukan)
C : “Aku… Eh, kakak apa kabarnya? Gimana Papa?”
Au : “Aku kangen kamu, Clei. Papa juga. Tapi.. kamu dimana?”
C : “Aku di… di Jepang.”
Au : “APA??!! JEPANG??!!”
C : “Sudah dulu ya kak.”
Au : “Tapi, tunggu Clei! Jepang sebelah mana? Clei!!
{klik; telepon terputus}

F : “Kenapa kamu tutup teleponnya?”
C : (tidak menjawab)
[bel berbunyi]
K : “Ya, tunggu sebentar. Siapa sih?” (membukakan pintu) “Oh, bu Magdalaine. Ada apa bu?”
M : “Tidak apa-apa, bu. Saya hanya ingin berkunjung saja. Ngomong-ngomong, mana Clei?”
K : “Ada. Tuh, di dalam. Ayo masuk, bu.”

C : “Eh, ada tante. Silakan duduk, Tan.”
M : “Makasih Clei. Kamu baik sekali.” (sambil mengelus-elus kepala Clei)
C : “Ah, Tante bisa aja.”
M : (terperanjat, setelah melihat tanda di kepala Clei)
C : “Tan…tante kenapa?”
M : “Eh, oh, nggak apa-apa. Tante jadi ingat anak tante yang waktu itu tante ceritakan itu…”
C : “Ohh…”
M : “Dia mirip sekali denganmu, Clei.”

Tak salah lagi, pikir Magdalaine. Clementine pasti anakku. Dia punya bekas luka di kepalanya, sama seperti anakku. Dan wajahnya sangat mirip dengan ayahnya…….

o0o

BABAK 7


Kita kembali ke Perancis…….

Au : “Pa, ayo kita ke Jepang!”
Ar : “Iya, Papa tahu. Tapi, gimana caranya kita bisa menemukan Clei? Jepang itu luas, Aurora.”
Au : “Ya iya lah. Maksudnya, kan Papa bisa minta tolong teman-teman Papa yang orang Jepang, atau gimana lah terserah Papa. Yang penting Clei ketemu.”
Ar : “Oh iya! Papa baru ingat. Teman lama Papa ada yang tinggal di Jepang, dan sekarang dia menjadi direktur di sebuah perusahaan.”
Au : “Ya sudah, minta tolong saja!”

Malam silih berganti. Mentari telah memancarkan sinarnya berulang kali. Sampai akhirnya, titik cerah itu pun akan segera tiba…..

o0o

BABAK 8

Kembali lagi ke Negeri Sakura…

M : “Pak Ebi Soozu! Buka pintunya, pak!” (terburu-buru, sambil membawa selembar kertas)
S : “Ada apa bu? Pagi-pagi begini sudah bertamu.”
M : “Ada hal penting yang harus saya bicarakan.”
S : “Tentang apa? Kemampuan akting saya?
M : “Bukan… bukan itu. Tapi…….”
S : “Tapi apa?”
M : “Coba baca ini, Pak!”
S : (mengamati isi selebaran)
M : “Jadi begini, Pak. Teman direktur di tempat saya bekerja sedang mencari anaknya yang hilang. Katanya, tolong disebarkan, siapa tahu memang pernah ditemukan.”
S : “Tapi, apa yang bisa membantu? Ini selebaran yang hanya menyebutkan ciri-ciri anak itu. Emang nggak ada fotonya?”
M : “Oh, katanya besok menyusul.”
S : “Hah? Pengumuman yang aneh…….”

Keesokan harinya….

[bel berbunyi]
M : “Ya, sebentar.” (membuka pintu) “Hmm, Anda siapa ya?”
Au : “Oh, maaf. Perkenalkan, saya Aurora. Saya datang dari Perancis, untuk mencari adik saya.”
M : “Putri dari Tuan Arthagrandes? Wah, mari, silakan masuk.”
Au : “Terimakasih, bu.”
M : “Kok sendirian? Di mana ayahmu?”
Au : “Ayah? Oh, Papa masih di hotel, tapi sebentar lagi beliau menyusul.”

Ar : “Permisi… Spada…….”
Au : “Itu pasti Papa.”
M : “Wah, Tuan Arthagrandes.” (berjalan untuk membukakan pintu)
Ar : (terkejut)”Ibu,, bernama Magdalaine?”
M : “Ya, benar. Mari masuk.”

Arthagrandes pun mengungkapkan semuanya. Dan Magdalaine tak meragukan lagi, bahwa Clementine adalah anak kandung yang selama ini dicarinya.

[Arthagrandes, Magdalaine, dan Aurora terlibat pembicaraan yang serius mengenai Clementine. Tak terelakkan lagi, tangis Magdalaine pecah seketika. Ia pun berlari keluar rumahnya. Arthagrandes dan Aurora mengejarnya.]

M : (berjalan, sambil merenungi perkataan Arthagrandes yang terngiang-ngiang di kepalanya)
Ar : “Malam itu, aku baru pulang kerja. Terlihat seorang ibu terkapar di tepi sungai Seine, bersama anaknya yang duduk dan menangis di sebelahnya. Aku rawat anak itu dengan tulus dan penuh kasih sayang. Hingga dia sudah cukup besar, dan mengerti apa yang terjadi sesungguhnya. Dan….dan anak itu adalah Clementine, putri kandungmu…..”

Tiba-tiba…
K : “Ibu Magda, tunggu!! Dengar dulu penjelasan kita!!”
Au : “Kita?”
S : “Biar bagaimanapun juga, Magdalaine, semua itu hanya sebuah skenario!”
Ar : “Hei, kenapa kalian ikut campur?!”
K : “DIAM KAU ARTHA!! Aku seorang ibu…. Aku tahu rasanya dibegitukan!”
Au : “Hei, Ibu! Dengar dulu, masalah ini tidak ada hubungannya dengan Ibu!!”
K : “SHUT YOUR MOUTH!! Kau pikir aku tidak tahu siapa kau sebenarnya, hah?!”
Au : “Hmm, maksud bibi?”
K : “Kau adalah…. kau adalah… wanita simpanan Syaiful Jamil!!!
Au&Ar: “APA??!!”
Au : “Maksud bibi apa?”
F : “Ibu!! Cukup Ibu! Kenapa ibu tega mengungkap aib ini?!”
K : “Jadi, kau tahu tentang ini? Kenapa kau diam saja?!”
S : “STOPPPP!!!!! Cukup, bu!”
M : “Te..terima kasih, Tuan! Telah menjaga putriku selama ini…”
K : (memegang kepalanya, lalu hampir jatuh)
Ar : “Magdalaine, maafkan aku! Aku tidak berniat seperti itu! Aku hanya menyelamatkan kau dan anakmu…..”

[Tiba-tiba Clementine datang]
F : (terkejut) “C…Clei?!”
S : “O my god!”

C : “Tante…. jadi, tante adalah…. Ibu kandungku?????”
M : “Iya, sayang.” (mereka pun berpelukan dan menangis)
[Keluarga Ebi menatap penuh sukacita dan haru]
C : “Papa…. Kak Aurora……!!”
Au : “Clei….!” (sambil memeluk Clei)

S : “Sudah, sekarang biarkan mereka melepas rindu. Kita masuk, yuk!” (masuk ke dalam diikuti Ebi Katsu dan Ebi Furai)
K : “Ternyata dunia begitu sempit ya. Aduh, Ibu jadi terharu…”
F : “Berarti…. Clei udah nggak tinggal di sini lagi dong?”
S : “Memangnya kenapa?”
K : “Biasa lah, Yah. Anak muda.” (tersenyum)
S : “Kalau itu sih gampang. Walaupun Clei udah pulang ke Paris, kita bisa nyusul kok ke sana….”
K : “Gratis, lagi!! Kan ada Pak Arthagrandes Lussac.”
F : “Kok bisa? Tapi nggak apa-apa deh. Yang penting bisa ke Paris!”

C : “Furai!!”
F : (berbalik, menghadap Clei)
C : “Makasih ya, buat semuanya. Om sama tante juga. Kalau nggak ada kalian, aku nggak mungkin bisa ketemu mereka…”
F : “Berterimakasihlah pada Tuhan, karena kamu bisa berada di tengah orang-orang yang menyayangimu…..”

Hari itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup seorang Clementine Avogadro. Tuan Arthagrandes dan Aurora membawa Clei dan ibunya untuk tinggal bersama di Paris. Namun, karena kanker pankreas yang sudah lama diderita Magdalaine, akhirnya ia meninggalkan Clementine untuk selama-lamanya, tidak seperti saat ia diasuh oleh keluarga barunya………

Tapi itu tak membuatnya terlarut dalam kesedihan. Karena kehangatan keluarga yang selama ini dicarinya, sudah ia dapatkan kembali. Ia pun menyadari, bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga, yang tidak akan tergantikan oleh apapun juga……

T A M A T
cast
Clementine Avogadro (Annisa Shabrina Puspadini)
Aurora Lavoisier (Afina Nur Aprilia)
Arthagrandes Lussac (Fachrul Riyadi)
Magdalaine Newlands (Feny Anisa Setia)
Ebi Furai (Agung Suryadi)
Ebi Soozu (Rega Permana)
Ebi Katsu (Maydariana Ayuningtyas)
hmmmmm begitulah cerita di balik cerita drama gue kali ini. see you and have a wild dream rawrr! :D selamat malam, samelekum!

cerita di balik cerita -- PART 1

halo semuanya! gue baru bangun dari hibernasi nih. hahahaha
well, kali ini gue pengen bikin postingan yang bertema back to the past, di saat-saat gue inget masa lalu yang gue jalanin selama kelas 1 SMA. banyak banget ceritanya, dan salah satu yang berkesan adalah saat mendekati kenaikan kelas 2 (sekitar mei 2008).

ceritanya, gue dikasih tugas sama guru basa indonesia untuk bikin kelompok yang isinya sekitar 7 orang dan bikin drama. what a favourite part! naaaaaaaaaaaaah, setelah bersemedi di puncak gunung Kawi selama 7 hari 7 malam, akirnya gue mendapatkan pencerahan tentang siapa siapa aja yang beruntung untuk sekelompok dengan gue *sighs*. dan ke-6 ekor yang beruntung itu adalaaaaaaah (jengjengjeeeeeeeng--musik serem ala sinetron dan muka dizoom--red.) : REGA, AFINA, FENY, AGUNG, FACHRUL, dan NCHA.

okaaaaay, udah ya fix itu kelompok teh. pertama bikin naskah, kalo ga salah tanggal 3 (gatau berapa, kayaknya ada angka 3nya), bulan antara april dan mei (hahahaha maklum faktor usia), di rumah afina yang dulu. ceritanya, gue, afina, sama rega hari itu harus dateng ke pelatihan (ceilah) PLH gitu di suatu tempat antah berantah ujung jalan itu. pulang dari situ, kami jalan kaki ajah ke rumah afina yang FYI terjangkau kalo jalan kaki gitu. udah sampe, kita hubungin anggota kelompok yang laen biar dateng ke sana. akirnya satu per satu bermunculan, kecuali ncha yang emang lagi tanding karate sama fachrul yang ga jelas kemana.

entah ada angin apa, afina minta feny nganterin dia ke tukang jualan pulsa di jalan xxx (maaf nama tempat harus disamarkan) pake motor. yang tersisa di rumah afina tinggal gue, rega, sama agung. mikirin ide drama gitu ya kita teh. sampe akirnya kita ngedenger kabar katanya afina sama feny kecelakaan, jatoh dari motor :( it was shocking by the way. ayahnya afina pun nyusul ke sana, dan ayah feny juga akhirnya ke sana. singkat cerita, kerja kelompok hari itu batal, dan kami semua mendoakan agar mereka cepet sembuh. amin

doa itu terkabul. mereka udah bisa sembuh seperti sediakala. naskah pun akhirnya selse. mau tau judulnya? CLEMENTINE. entah kenapa dikasih nama itu. yang jelas gue pernah liat clementine itu nama sebuah salon di bandung. hahahaha

bikin naskah, rekaman, bikin properti, latihan, SHOW TIME!
kelompok gue dapet giliran tampil ke-4. semua persiapan udah beres. tinggal tampil. walopun ada beberapa hal yang kurang mengenakkan, tapi ya kami jalanin aja dengan senang hati dan riang gembira. dan pas tampil direkam dooong (jadi pengen liat gimana drama di rekaman itu sebenernya).

alhamdulillah, we got it! HIGHEST SCORE of cooperation and property :) dan kelas kita, XG, dibilang KELAS TERBAIK sama bu Yati a.k.a our Indonesian teacher

membanggakan! thaaaaaaaaaanks :-*



mau tau jalan cerita CLEMENTINE itu kayak gimana? lihat di postingan gue selanjutnya.

Sabtu, 14 Maret 2009

maye the explorer

Sabtu, 14 Maret 2009
malem minggu nih. cieeee

ada apa dengan malem minggu? ga ada sih. yang gue rasain malah capeeee banget. dan hari ini gue ketemu sama orang-orang ajaip yang bisa membuat kalian semua terbelalak tanpa ngiceup hingga akhirnya kejang kejang dan mulutnya berbusa (enggaklah)

oke, ceritanya si maye mau berpetualang berkelana melanglang buana mencari kitab suci. dia memulai perjalanan hebatnya ini dari rumahnya yang di kampuang nan jauh di mato

RINTANGAN #1
si maye duduk manis di dalam sebuah mobil berwarna hijau yang begitu menawan dan mempesona (angkot by the way). tiba tiba ada anak segede upil yang naek ke angkot itu bersama induknya, dan anak itu duduk tepat di sebelah si maye. dari awal dia ngeliatin si mayeeeeeeeeee terus.

si maye (SM) : ini anak ngefans kali ya sama gue *dalam hati
anak segede upil (AU) : "ih ih ih ih" *sambil nyanyi nyanyi ga jelas
SM : astaga. apa yang dia lakukan? apakah ibunya sadar kalo dia pernah dilahirkan? *dalam hati (lagi)
AU : "ih ih ih" *semakin keraaaaaas aw aw. haha

begitulah, berlangsung sekian lama hingga akhirnya KIRIIIIIIII PAYUUUUN! sang induk upil akhirnya meneriakkan mantra sakti itu. yeaaah. akhirnya si maye terbebas dari malapetaka mini.


RINTANGAN #2
udah ganti angkot aja yah cenah teh. dan jengjengjeeeeng. di depan si maye duduklah seekor anak mini yang rambutnya dikuncir ekor kuda (lebih mirip kuda lumping sih). dia dilahun (tau artinya?) sama ibunya. eh ibunya apa ayahnya ya? soalnya bentuk mukanya juga udah rada rada ga jelas sih. si anak keparat itu dong dengan sengaja nginjek kaki si maye berulang kali. dan dia tiba tiba ketawa ga jelas depan muka si maye. pertamanya sih pelan, lama lama jadi teteriakan sendirian ga jelas. udah pitonjokeun tah mukanya. ibunya (atau ayahnya? who cares?) DIEM AJAAAA DONG, ga nyuruh itu anak diem. yaaah minimal tempelin lakban di mulutnya, iket tangannya, masukin karung, terus ceburkan ke sungai terdekat. dasar keluarga WARAS, rutuk si maye dalam hati.
si maye melototin itu anak dengan tatapan aduh-diem-deh-mau-lo-gue-telen-idup-idup-hah-?. si anak onta itu malah mengerjap ngerjap dengan centilnya sambil menggoyang goyangkan kepala ke kiri dan ke kanan (kesurupan mungkin dia). dan ga ngefek sama sekali. tetapi akhirnya, tanpa diduga dan dinyana, sang induk memberikan sinyal untuk segera meninggalkan lapangan upacara, ups, turun dari situ lah intinya. dan KIRIIIIIIII. sekali lagi, sodara sodara. mantra sakti telah diucapkan, dan disambut si maye dengan gegap gempita.


RINTANGAN #3
well, ceritanya si maye udah dalam perjalanan pulang menuju istananya yang terletak di atas bukit nan jauh tempat teletubbies bermain-main. dia menemukan seonggok anak kecil yang naek angkot bersama pawangnya (baca : ibunya). di jalan, pertamanya sih biasa aja. lama lama, si anak itu nyanyi lagu lagu ga jelas. setelah diselidiki dan diamati, ternyata dia lagi nyanyi lagunya HIJAU DAUN! oh my goat.
tapi dia nyanyi cuma pas bagian "suara, dengarkanlah aku, apa kabarnya pujaan hatiku....."
udah we. diulang lagi. diulang lagi. teruuuuuuus aja yang itu. zzzz si maye udah bosen ngedengerinnya sampe sampe kupingnya jerawatan (eh beneran loh, ada jerawat di daun telinga gue). and then, finally. KIRIIIII MANG. yesssss. sorak sorak bergembira bergembira semua. sudah bebas angkot kita angkot kita merdeka.


RINTANGAN #4
hujan deres bangetlah. jalan buatan si daendels pun and the ban and the jir. maceeeeeeeeeeeeeeet total! ga total ketang. merayap dikit dikit. tiba tibaaaaa......
pengamen (P) : "hjplsdtranbytcgbd" *maksudnya, dia ngomong ga jelas gitu deh
si maye dan penumpang lainnya (SMDPL) : menatap bingung
P : prok prok prok.... *terus terusan tepuk tangan. dengan birama 4/4
SMDPL : zzzzzzzzzz groooook *enggalah
P : prok prok prok.... *dan akhirnya menjulurkan tangannya. menta uang.

dan ga ada yang ngasih. si maye cuma bisa terbengong bengong ngeliatin ntu pengamen yang kira kira seumuran sama si maye. masih anak SMA yang penuh gelora gitu deh. cuma sayangnya dia jadi pengamen spesialisasi tepuk tangan instrumental. kalo engga, udah diangkat kali tuh sama si maye buat tukang nepokin nyamuk di rumahnya. lumayan kaaaan, ngirit baygon --maaf sebut merek :D .


begitulah kira kira laporan singkat perjalanan si maye yang sedang mencari kitab suci. intinya : banyak banget orang aneh di dunia ini (termasuk gue). sekian dan terima kasih.

Jumat, 13 Maret 2009

Friday the 13th

Jumat, 13 Maret 2009
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

selamat malam dunia! apa kabar semuanya? yang disana siap digoyang? hahaha. (okay, serious)
hari ini berasa kaya ga biasa gitu. semuanya campur aduk. ada apa gerangan? mari kita mulai berskenario.


Pertama
hari ini dimulai dengan kesialan gue yang (lagi-lagi) telat. hahahaha emang ga sering sih, cuma akhir-akhir ini gue jadi sering telat. tapi untungnya cuma beda tipis sih sama bel masuk. jadi yaaaa, no problemo. walopun harus lari-lari juga sih dari gerbang ke kelas, di sekolah yang mini imut-imut nan gemesyind ini (baca : kecil)

Kedua
masuk kelas, duduk, ngos-ngosan (tau kan kenapa?). baca asmaul husna as usual. tiba-tiba ada pengumuman. berita duka lebih tepatnya :
temen sekelas kita (XI IPA 2), Eko, baru aja ditinggal kakek dan ade tercintanya gara gara kecelakaan. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. AMIN. kami semua mendoakan. sabar yaa eko, Allah punya jalan lain. cheer up, buddy! :)

teman kami EKO : duduk, ketiga dari kanan





Ketiga
jam pelajaran pertama biologi. gurunya wali kelas kami by the way. beliau emang udah bilang kalo pas pelajaran biologi kita ga akan belajar *yeeeeeeeeeah* soalnya mau dipake buat nonton video rekaman pas CL ke anyer waktu itu. masalahnya, semua videonya ada di Ken dan dia belom dateng (waktu itu jam setengah 8). gituuuu aja ya, terus Ken dateng dan semuanya langsung ke perpus. zzzzzzzzzz
di perpus. gue langsung milih buat duduk di belakang. nonton video pas pentas seni. gitu aja sih. emang pada dasarnya juga gue gatau malu ya hahaha. tapi yah, gatau kenapa hawanya beda *sighs*. lama-lama gue merasa ada yang aneh. yaaaa gatau apanya, mungkin cuma perasaan gue aja.
intinya : gue permalukan abissssssss


Keempat
ulangan b.Indonesia. not bad laaaah. maksudnya, ga kaya ulangan ulangan di hari sebelumnya yang membuat kepala gue udah kaya lokomotif ngebulnya (gimana ga ngebul, fisika plus plus kimia gituloh). tapi yaa gatau hasilnya kaya gimana. hope it'll be fine, anyway ;)

Kelima
pulang sekolah. biasa ajaaaa tapi ga biasa. hmmmm skip* (konsumsi pribadi). yang jelas berasa banget kalo hari ini tuh beda. Beda. sekali lagi ah : BEDA. *FYI, i'm in a bad mood today :(

apa ini efek dari jumat tanggal 13? engga lah ya. kita ga boleh percaya sama yang kaya begituan (ciee). INI CUMA KEBETULAN. dan salah seorang sahabat (tukang ngutang sih. eh maksudnya bukan orang yang suka pake kutang ya, tapi orang yang suka berhutang. haha peace love and g4ul) gue (a.k.a orang paling centil di dunia ini yang pernah gue kenal. yahh you know him? haha) pernah bersabda : "Kebetulan dua kali itu namanya takdir."
KEMBALI KE DIRI KITA MASING MASING. hahahahahahahaha



by the way, postingan kali ini gue bikin bertepatan dengan niat gue yang menggebu (ga juga sih) untuk ngerjain tugas TIK. hahahaha

link ke http://www.myzakian.com/ dan http://computer.myzakian.com/

good night all. see ya and have a wild dream. rawwwrrrr! :D
 
◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates